keputusan yang benar
sepulang sekolah , mita melihat buku tabungannya , tinggal Rp 95.600,00 dalam hati ia mengeluh . kalau diambil sekitar dua puluh ribu , maka tabungan akan sisa tujuh puluh ribuan . tapi kalau tidak diambil , bagaimana ?
mita berkawan dengan dora dan lili . belum lama ini dora mengusulkan supaya mereka membeli tempat makan plastik bergambar beruang untuk membawa bekal ke sekolah . mita minta uang pada mama dan mama setuju membelikannya . minggu lalu dora mengusulkan supaya mereka membeli tas yang sama untuk pergi berenang . mama membelikannya , sekaligus sebagai hadiah ulang tahun mita .
sekarang lagi-lagi dora mengusulkan membeli t-shirt warne pink .ada tulisan happy warna perak di dada . katanya , lagi diskon di toko , jadi harganya hanya Rp 20.000,00 . Nah kali mama tidak setuju.
"t-shirt kamu kan sudah banyak . untuk apa ?" mama menolak. "kita membeli barang yang kita perlukan . bukan membuang-buang uang untuk seseuatu yang tidak kita perlukan !"
Ketika mita menyampaikan keberatannya , maka dora berkata , " ini penting, supaya kita bertiga punya baju yang sama .kamu pakai saja uang tabunganmu !"
"aku juga pakai uang tabunganku!" kata lili . " aku malah tak berani bilang sama ibuku , nanti ibuku mengomel !"
"airin malah mau ikut beli supaya sama dengan kelompok kita . soalnya murah , lagi diskon.dia malah usul kita beli jeans tiga perempat yang ada bordiran di kakinya . kan serasi dengan t-shirt merah jambu itu. aku bilang nanti dulu , satu per satu , jangan sekaligus !" kata dora . Airin adalah teman sebangku dora.
mita jadi merasa serba salah . ia sayang mengambil uang tabungannya .tapi kalau tidak mengikuti desakan dora dan lili , mita jadi merasa tidak enak . mita benar-benar pusing.apakah ia bisa mengikuti kemauan mereka terus ?
apalagi kalau airin masuk dalam kelompok mereka . airin juga suka belanja . sekarang dia sudah berani mengusulkan beli celana jeans yang ada bordiran di kakinya .
Akhirnya dengan terpaksa mita pergi ke bank . bank cukup ramai siang itu . mita mengambil nomor giliran dari satpam . dapat nomor 21 .
lo, ada munaroh , teman sekelasnya di situ , ia sedang duduk menanti giliran .
" Hai , mita , mau menabung juga ya ?" tanya munaroh . mita menggeleng .
"kamu bisa tolong aku ? aku mau ke toilet . nomorku 23 , kalau nomorku di panggil , tolong serahkan buku tabungan ini dan uangnya Rp 100.000,00 slipnya sudah kutulis . periksa saja !"kata munaroh . mita mengangguk . ia menerima buku tabungan dan uang yang terselip di buku itu.
mita duduk ,menggantikan munaroh . mita memeriksa uang yang akan di tabung . benar jumlahnya Rp 100.000,00 .. jumlah tabungan munaroh sudah dua juta tiga ratusan .mita terdiam . tabungannya sendiri hanya sembilan puluh ribuan dan mau diambil dua puluh ribu untuk beli t-shirt yang sebetulnya tidak perlu .ayah munaroh supir dan ibunya berjualan nasi uduk , tapi dia punya tabungan sebanyak itu .
tak lama kemudian munaroh kembali .mita mengembalikan buku tabungan dan uangnya .
"terima kasih .ya . belum di panggil ?" tanya munaroh.
"belum , baru sampai nomor 17 !" jawab mita . " uangmu banyak !"
"Hasil upah menyulam . aku harus menabung . kalau tidak , tidak bisa melanjutkan ke SMP . kalau kamu sih enak , tidak usah memikirkan biaya melanjutkan sekolah !" munaroh menjelaskan .
"ooh , kamu pandai menyulam ? enak ya , bisa cari uang !" kata mita .
"mudah kok . kalau kamu mau , nanti aku ajarkan !" kata munaroh .
"kalau sudah pandai , kuperkenalkan pada bu laskmi , kalau kamu mau menyulam juga ."
hati mira tersentuh . betapa baiknya munaroh . ia mengajarkan hal positif pada mita .
"aku mau , nanti kita atur waktunya , ya !" kata mita gembira .
"terima kasih sebelumnya ! oh ya , aku pulang duluan ya , mun !" pamit mita .
lo , kamu tidak jadi menabung ?" tanya munaroh heran.
"tadinya aku malah ingin mengambil uang di bank , tapi tidak jadi . tidak begitu perlu !" kata mita .
"betul ! kalau tidak begitu perlu , untuk apa uang tabungan di ambil ?" munaroh menjelaskan .
mita menyerahkan kembali nomor giliran pada satpam . ia sudah bertekad tidak akan membeli t-shirt warna pink itu. kalaupun risikonya ia kehilangan teman , ia bersedia . ia bersyukur bertemu munaroh . tabungannya tidak jadi berkurang . malah ia bisa belajar keterampilan baru yang berguna untuk menambah jumlah uang tabungannya. hati mita lega . ia sudah mengambil keputusan yang benar .
daftar belanja yang aneh
keluarga sarimbi sangat sederhana , itulah sebabnya ia harus bekerja untuk membantu orang tuanya . sarimbi senang diterima bekerja di rumah tuan siong . apalagi tugasnya ternyata cuma satu , yaitu berbelanja . ia tak perlu mengepel dan menyapu , atau manyiram tanaman .
ini adalah hari pertama sarimbi bekerja , pagi-pagi sekali tuan siong menyerahkan selembar kertas yang terlipat rapi pada sarimbi .
"ini daftar belanjaanmu , ingat , kau hanya boleh berbelanja di toko pak parliang langgananku .berikan daftar belanjanya hanya pada pak parliang !" ujar pak siong tegas .
sarimbi segera berangkat ke pasar . ia menggenggam erat uang lima puluh ribu dari tuan siong . di jalan ,sarimbi membuka daftar belanjaan itu . telur puyuh 7 butir , kacang panjang 6 untai , merica 8 butir , tempe 2 batang . dahi sarimbi berkerut , tapi dia tak sempat memikirkannya lagi karena terdengar seseorang memanggilnya . bu ningsih , salah seorang penjual sayur di pasar .
"sarimbi , berbelanjalah ke tempatku ," mohon bu ningsih yang sedang sepi pembeli . sarimbi bingung , ia dan ibunya memang biasa belanja tempat bu ningsih , tapi tuan siong hanya memperbolehkan belanja di toko pak parliang . ia takut melanggar perintah itu .
"maaf ya bu , lain kali saja ya , " sarimbi menolak dengan sopan . toko pak parliang tidak terlalu ramai . sarimbi segera menyerahkan daftar belanjaannya .
lelaki itu memandang sarimbi dengan tatapan menyelidik. setelah itu tanpa bicara ia memasukkan sebuah bungkusan di tengah barang belanjaan. pasti bonus untuk tuan siong . pantas saja tuan siong suka belanja di sini . pak parliang ternyata sangat murah hati , pikir sarimbi . dengan uang lima puluh ribu rupiah , sarimbi mendapat barang belanjaan sebanyak itu .
ugh! keranjang belanja menjadi sangat berat . sarimbi harus bersusah payah mengangkatnya , tuan siong menyambut sarimbi di depan rumahnya . ia membawa masuk keranjang ke dalam rumah , keranjang itu semula akan di bawa nya ke dapur agar dapat segera diolah menjadi masakan oleh bu darmi , juru masak tuan siong .
di hari kedua bekerja , lagi-lagi sarimbi mendapat daftar belanja yang aneh . telur puyuh 7 butir , kacang panjang 6 untai , merica 8 butir , tempe 2 batang , tapi sarimbi tak berani bertanya .
bu ningsih memanggil lagi . kali ini sarimbi tak tega menolak . bu ningsih sedang perlu uang untuk biaya berobat anaknya . saat membaca daftar belanja sarimbi , bu ningsih langsung tertawa .
"daftar belanja apa ini ? aneh sekali . tapi jangan khawatir , sarimbi . ibu akan memberi harga yang baik. "bu ningsih mengisi keranjang sarimbi dengan setengah kilo telur puyuh , seikat besar kacang panjang, merica satu ons , dan tempe dua biji . tuang siong pasti senang , pikir sarimbi . daftar belanja yang sudah tak berguna itu di buang saja oleh sarimbi di pasar .
"apa? jadi kau berbelanja bukan di toko pak parliang . anak nakal . kamu melanggar perintahku !" tuan siong sangat marah . ia semakin marah saat tahu sarimbi telah membuang daftar belanjaannya .
"cari sampai ketemu !" bentaknya
dengan terpogoh-pogoh sarimbi pergi ke pasar . untunglah dia bisa menemukan kertas itu , dan segera pergi ke toko pak parliang . mengapa tuang siong marah besar ? apa yang di rahasiakannya ? sarimbi mulai curiga .
mata sarimbi tak lepas memandang saat pak parliang memasukkan aneka macam sayuran ke dalam keranjang belanja .
sarimbi melihat saat menyelipkan sebuah bungkusan ke tengah keranjang . seperti hari yang lalu , pak parliang hanya mengenakan harga lima puluh ribu rupiah .
sarimbi segera meninggalkan toko pak parliang . ia lalu menyelinap masuk ke halaman belakang sebuah bangunan kosong . sarimbi membuka bungkusan putih yang di sisipkan oleh pak parliang tadi .
"astaga , apa ini ?" mata sarimbi terbelakak saat mengetahui isinya.
kantor kepolisian heboh , mereka berhasil menangkap perampok toko perhiasan perbesar di kota . pak parliang-lah perampok itu.dan tuan siong adalah penadah barang curian itu.keduanya buronan polisi. mereka tertangkap berkat sarimbi yang telah melaporkan penemuannya.
selama ini sarimbi di manfaatkan untuk transaksi penjualan perhiasan pencurian . kini semua barang bukti tersimpan rapi di kantor polisi . 6 butir mutiara , 10 kalung bertahtakan batu rubi , 15 berlian , dan 2 emas batangan. tauan siong memang cerdik . ia menyebut kacang panjang untuk sebuah kalung , telur puyuh untuk mutiara dan lain sebagainya .
uang belanja yang di terima sarimbi ternyata cuma sandiwara supaya sarimbi tak curiga. segala pembayaran dilakukan lewat bank.
sarimbi merasa senang membantu kepolisian menangkap penjahat . semula ia sedih karena kehilangan pekerjaan , untunglah bebrapa polisi berjanji akan mencarikan pekerjaan baru, sebab sarimbi telah terbukti anak yang baik .